Dynamic Glitter Text Generator at TextSpace.net

Laman

Tampilkan postingan dengan label kriminal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kriminal. Tampilkan semua postingan

Selasa, 16 April 2013

Perempuan Perkosa ABG

FREELAND news -

Perempuan Paruh Baya 'Perkosa' ABG karena Suami Tak Bisa Beri Nafkah Batin



FREELAND news - Perempuan paruh baya di Bengkulu dilaporkan berbuat tak senonoh dengan 6 remaja lelaki. Di hadapan polisi, perempuan itu nekat melakukan hal itu karena suaminya tak memberi nafkah batin sejak lama.

"Suaminya sakit gula, jadi tidak bisa (memberi nafkah batin)," kata Kapolres Bengkulu AKBP Joko Supryitno ketika dikonfirmasi detikcom, Rabu (17/4/2013).

Pelaku berusia 42 tahun, sedangkan korban rata-rata berusia 14-15 tahun. Perbuatan cabul dilakukan setahun terakhir, tapi baru terungkap belakangan ini setelah ada korban yang melapor.

Joko menyatakan, meski sudah cukup berumur, pelaku belum mempunyai anak. Suaminya sakit cukup lama. Alasan itulah yang diajukan pelaku saat ditanya motifnya melakukan perbuatan tak senonoh.

Kepada polisi, pelaku mengaku perbuatan itu dilakukan suka sama suka. Korban sering bermain di sekitar rumahnya. Mereka mengajak teman-temannya dari daerah lain dan akhirnya berhubungan layaknya suami istri dalam kesempatan terpisah.

"Totalnya baru 6 orang yang jadi korban, tapi bisa saja lebih," jelas Joko.

Untuk mendalami kasus itu, polisi melibatkan psikolog. Jika terbukti, pelaku akan dijerat UU Perlindungan Anak.
»»  READMORE...

Sabtu, 13 April 2013

Pria Ajak 2 Teman untuk Perkosa Tunangannya

 FREELAND news -

Pria Ini Ajak 2 Teman untuk Perkosa Tunangannya

Apa kira-kira yang ada dipikiran Inderjeet? Pria asal India ini bukannya melindungi, malah membawa 2 teman untuk memperkosa tunangannya sendiri dan kemudian membuangnya di tong sampah.

Berawal dari ajakan jalan, korban kemudian dikenalkan kepada dua temannya, Vijender dan Nitin di dalam mobil sebelum jalan-jalan.

“Dia mengatakan, rekan Inderjeet, Nitin dan Vijender juga berada di dalam mobil. Inderjeet menyetir dan satu temannya duduk di kursi depan. Inderjeet meminta tunangannya untuk duduk di belakang bersama temannya,” kata polisi seperti yang dikutip dari Indian Express.



Setelah itu, korban diberikan minuman yang sudah dicampur dengan obat bius. Ketika tak sadarkan diri, sang perempuan kemudian diperkosa dan dibuang ke tong sampah.

“Perempuan itu dibuang ke tong sampah di Najafgarh. Dia menghampiri kami keesokan harinya dan mengadukan peristiwa ini pada kami,” tambah pak polisi.

Ketiga pelaku itu pun langsung ditangkap dengan tuduhan pemerkosaan. Sementara si korban yang sudah tunangan dengan Inderjeet sebulan sebelumnya, langsung bergegas dibawa ke rumah sakit untuk diselidiki masalah medis.

Mungkin seharusnya Inderjeet juga harus dibawa ke rumah sakit. Tapi rumah sakit kejiwaan. Soal memperkosa tunangan sendiri, dan ngajak temen pula. Astagaaa…. Ngapain coba dibagi-bagi gitu.
»»  READMORE...

Minggu, 10 Maret 2013

Hercules Anggota Intelijen?

 FREELAND news -
Benarkah Hercules Anggota Intelijen?



 FREELAND news - "Hercules memang direkrut menjadi "anggota" intelijen, dan mempunyai hubungan luas dengan pimpinan BIA/BAIS, bahkan yang membawa Hercules ke Jakarta dari Dili, akhirnya menjadi mantan Kepala BAIS" Jakarta, Aktual.co — Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gerakan Indonesia Baru (GRIB) Hercules Rozario Marshal ditangkap polisi (8/3). Bersama penangkapan itu, juga ditemukan juga sebuah kartu intelijen.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Metro Jaya (Polda Metro Jaya), Komisaris Besar Rikwanto mengatakan dalam penggeledahan petugas tersebut ditemukan kartu intelijen dengan identitas Franky Hercules. "Masih kita telusuri kartu itu asli apa bukan," ujar Rikwanto, Jakarta, Sabtu (09/03).

Meski Kepolisian belum mengungkap identitas tersebut lebih jauh, sejarah kedekatan Hercules dengan TNI dan Kepolisian sebenarnya bisa berbicara.

"Hercules memang direkrut menjadi "anggota" intelijen, dan mempunyai hubungan luas dengan pimpinan BIA/BAIS, bahkan yang membawa Hercules ke Jakarta dari Dili, akhirnya menjadi mantan Kepala BAIS," kata seorang mantan intelijen era LB Moerdani kepada Aktual.co, Sabtu malam (9/3)

Dia menganggap wajar dan tidak aneh, jika kepolisian jika nanti membenarkan bahwa memang Hercules lah pemilik kartu identitas yang ditemukan polisi tersebut.

"Wajar Hercules memiliki kartu intelijen, karena memang berjasa dalam memberikan asupan informasi, Selain itu Hercules juga dikenal cukup dekat dengan pimpinan kepolisian. Hercules dianggap mitra karena sering memberikan informasi kepada pihak kepolisian. Yang menjadi pertanyaan, mengapa Hercules yang dituduh melakukan pemerasan, melebar kepada kepemilikan senpi?" kata dia.
»»  READMORE...

Sabtu, 09 Maret 2013

Tahanan LP Ambarawa Kabur

 FREELAND news -
5 Tahanan LP Ambarawa Kabur dengan Menjebol Atap



TUMPUKAN TONG PLASTIK: Petugas menunjukkan keberadaan dua buah tong plastik besar yang diduga digunakan kelima tahanan LP Kelas II-A Ambarawa untuk kabur melalui atap kamar mandi, Rabu (2/1)

 FREELAND news - Lima tahanan Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kelas II-A Ambarawa, masing-masing bernama Puput Dian Riyadi (19), Tarmuji (44), Prayitno (25), Tarjono (34), dan Stevanus Hengki (36) berhasil kabur dari kamar 3 blok II dengan cara menjebol atap tembok, Rabu (2/1) dini hari.

Kepala LP Kelas II-A Ambarawa, Utuy Sri Aprilla melalui Kepala Satuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan, Achmad Widodo saat dikonfirmasi wartawan mengatakan, kejadian tersebut diperkirakan terjadi antara pukul 01.45 WIB hingga 02.00 WIB dini hari.

Dugaan tersebut diperkuat dengan adanya kontrol tahanan pukul 01.30 WIB yang dilakukan oleh Kasi Administrasi Kamtib LP Kelas II-A Ambarawa, Budi Suharto.

"Petugas yang melakukan kontrol tahanan pukul 01.30 WIB dan 01.45 WIB menyatakan kondisi masih aman dan tidak ada tanda-tanda mencurigakan. Namun sekitar pukul 02.00 WIB, ada panggilan dari kamar 3 blok II yang memberitahukan bila ada tahanan kabur melalui atap," kata Achmad Widodo.

Usai mendapati atap yang terbuat dari tembok beton dominasi batu bata setebal 20 centimeter jebol, petugas LP langsung menghubungi Polsek Ambarawa dan Polres Semarang.

Petugas Kepolisian yang datang kemudian melakukan olah TKP dan mengamankan sejumlah alat bukti yang diduga digunakan tahanan untuk menjebol tembok.

Berdasarkan data, Puput Dian Riyadi diketahui berasal dari Gantiwarno, Klaten merupakan terpidana kasus pencurian dengan pemberatan, Tarmuji warga Desa Pucung, Kecamatan Bancak, Kabupaten Semarang tahanan kasus kekerasaan dalam rumah tangga (KDRT), Prayitno warga Dusun Talun, Desa Candi, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang tahanan kasus pencurian, Tarjono warga Silirejo, Kecamatan Tirto, Kota Pekalongan ditahan atas kasus pencurian dengan kekerasan, sementara Stevanus Hengki warga Kampung Sanggung, Kelurahan Jatingaleh, Kota Semarang tahanan kasus pencurian.

Dihubungi terpisah, Kapolres Semarang, AKBP AB Pangaribuan melalui Kasat Reskrim Polres Semarang, AKP Pradana Aditya Nugraha menjelaskan, dari hasil olah TKP diketahui ada lubang di atap kamar mandi pada kamar 3 blok II berdiameter 50 centimeter yang diduga dijadikan jalan keluar tahanan untuk kabur.

Selain menemukan lubang pada atap kamar mandi, petugas juga mengamankan batang besi, obeng, dan tumpukan dua tong plastik besar yang diduga digunakan para tahanan sebagai alat dan sarana untuk melarikan diri ke luar menuju sawah sebelum ke jalan raya atau Jalan Lingkar Ambarawa (JLA).
»»  READMORE...

Curi Gabah DiBawen Diciduk

 FREELAND news -
Curi Gabah, Residivis Diringkus Polisi



GELAR PERKARA: Tersangka Ahmad Qusaeri (22) memberikan keterangan kepada Kapolres Semarang AKBP Augustinus Berlianto Pangaribuan saat gelar perkara di Polsek Bawen, Kamis (21/2).
 
 FREELAND news - BAWEN, Ahmad Qusaeri (22), warga Lingkungan Krajan, Asinan, Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang diringkus Polisi setelah kedapatan mencuri lima karung gabah kering seberat 100 kilogram milik Mukoyidi, tetangga korban.

Perbuatan tersangka terbongkar setelah korban mengetahui dirinya hendak menjual gabah hasil curian ke penggilingan padi di wilayah Kecamatan Jambu.

Bersama tersangka, petugas berhasil mengamankan barang bukti gabah serta motor Vario H 2995 NC yang diduga digunakan sebagai sarana mencuri gabah. Kepada petugas, tersangka mengaku agar tidak ketahuan pemilik, perbuatannya dilakukan pagi hari sekitar pukul 04.15 WIB.

"Saya butuh uang untuk biaya sekolah adik yang masih duduk di TK dan SD. Gabah yang diletakkan di teras rumah korban saya angkut bertahap menggunakan Vario, tiga karung gabah dihargai Rp 213 ribu," katanya di sela-sela gelar perkara di Polsek Bawen, Kamis (21/2).

Dijelaskan Kapolres Semarang, AKBP Augustinus Berlianto Pangaribuan, usai dilakukan pemeriksaan beruntun diketahui bila Vario yang dikendarai tersangka merupakan hasil curian milik Trio, warga Tuntang.

Berdasarkan catatan kepolisian, tersangka pernah masuk penjara atas kasus pencurian gabah di Banyubiru pada 2008 lalu. Selain itu, petugas juga mengamankan motor Vixion H 2001 JH yang diduga dicuri tersangka dari Banyumanik, Kota Semarang.

"Tersangka merupakan residivis kambuhan, pascadilakukan pemeriksaan ternyata Vario yang digunakan juga hasil curian. Dia masih diperiksa intensif mengingat juga terlibat dalam pencurian motor. Atas perbuatannya, tersangka terancam Pasal 363 KUHP tentang pencurian," jelas Kapolres.
»»  READMORE...

Mayat Wanita Ditemukan di Kamar Hotel Aman Ambarawa

 FREELAND news -
Mayat Wanita Ditemukan di Kamar Hotel Aman Ambarawa



 FREELAND news - KANTONG MAYAT: Sejumlah Polisi berpakaian preman terlihat berjaga-jaga di sekitar jasad korban yang sudah diturunkan dari lantai dua Hotel Aman, Ambarawa, Rabu (2/5) malam. (suaramerdeka.com/Ranin Agung)


AMBARAWA, FREELAND news - Seorang perempuan muda tanpa identitas ditemukan tewas di kamar 21 Hotel Aman, Jalan Pemuda 13 Ambarawa, Kabupaten Semarang, Rabu (2/5) malam. Saat ditemukan oleh petugas hotel, posisi korban diketahui berada di lantai kamar mandi dengan pakaian setengah telanjang.

Pemilik Hotel Aman, Lilik Supriyadi (41) mengatakan, dia bersama petugas jaga hotel awalnya curiga karena ada pengunjung hotel yang tidak keluar dari kamar 21. Kecurigaan Lilik bertambah setelah petugas jaga tidak mendapatkan respon saat mengetuk pintu kamar, sedangkan dari dalam kamar terdengar suara keras dari volume televisi.

"Suara televisi terdengar keras dari pagi hari, namun tidak ada aktivitas apapun dalam kamar. Kami curiga setelah mencium bau kotoran manusia, kemudian berusaha mengetuk pintu yang terkunci namun tidak ada jawaban," katanya saat ditemui di lokasi.

Karena tidak ada jawaban, pihak hotel selanjutnya memutuskan untuk mengecek keadaan kamar. Lilik dan petugas jaga lainnya Efendi (50) kemudian membuka paksa jendela dan pintu dengan menggunakan alat pertukangan. Ketika berhasil masuk, petugas tidak mendapati apa-apa kecuali tas, makanan, minuman ringan, dan sejumlah pakaian. Namun setelah masuk kamar mandi, ternyata ada sosok perempuan terlentang.

"Kami langsung melaporkan kejadian ini ke Polsek Ambarawa, tidak lama kemudian Polisi datang mengamankan lokasi yang telah dipenuhi oleh warga," lanjutnya.

Kasat Reskrim Polres Semarang, AKP Agus Puryadi yang datang bersama unit identifikasi langsung mengadakan olah TKP. Dari hasil olah TKP, Polisi tidak mendapati identitas apapun dari korban.

Dikatakan Kasat Reskrim, saat kejadian korban yang berambut ikal diketahui memakai baju warna pink, celana putih serta mengenakan celana dalam warna biru tua. Di lihat dari kondisi korban, Polisi menduga korban sengaja dibunuh. Ini ditandai dengan adanya bekas jeratan pada leher, mulut keluar buih, dan ada kotoran yang keluar.
»»  READMORE...

Rabu, 27 Februari 2013

Kalau Anak Cowok (Kelaminnya) Nggak Ada, Mendingan Mati Saja

FREELAND news -
Anak Gedongan' Itu Kesayangan Retno dan Suparmin

 

Retno Purwati (38) khusuk membaca buku pengajian di Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kepolisian Resor Metro Jakarta Timur, Selasa (26/2/2013) malam. Ia menyerahkan diri usai membunuh putra kandungnya sendiri, Viki Riska Suparmin (7).

FREELAND news - Retno Purwati (38) khusyuk membaca buku pengajian di Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kepolisian Resor Metro Jakarta Timur, Selasa (26/2/2013) malam. Raut gelisah tampak sekali di wajah ibu dua anak itu. Entah apa yang terlintas dalam benaknya hingga dia tega menghabisi putra bungsunya sendiri, Viki Riska Suparmin (7). Bocah yang lahir pada 3 Juni 2004 itu menjadi anak kesayangan Retno dan Suparmin (42), suaminya.

Seperti halnya Viki, Cika Surya Suparmin (13)--kakak Viki--juga mengalami hal serupa. Atas perlakuan orangtuanya itu, lingkungan sekitar kontrakan yang beralamat di Gang Lele RT 05 RW 01, Jatinegara, Cakung, Jakarta Timur, menjuluki Viki dan Cika sebagai 'anak gedongan'.

"Anaknya mah bersih. Sehari-hari mainnya di sini (sekitar rumah) saja, nggak kayak anak lain yang main ke mana, gitu. Namanya kayak anak gedong-lah," ujar Hutarja alias Godek (41), tetangganya.

Meski tumbuh dan berkembang di lingkungan yang padat penduduk, Viki yang duduk di kelas 3 SD dan Cika yang duduk di kelas 2 SMA tampak tak terpengaruh aktivitas teman-temannya. Retno menerapkan disiplin bagi anak-anaknya, jika waktu telah menunjukan jadwal tertentu yang sudah tercatat sebelumnya, Viki dan Cika pun melaksanakannya dengan patuh.

Di mata tetangga, kedisiplinan tersebut bukanlah tercipta lantaran Retno yang sehari-hari sebagai ibu rumah tangga dan suaminya yang bekerja di perusahaan penyulingan air itu galak, melainkan mereka sangat menyayangi dua buah hatinya. Hal tersebut pun membuat komunikasi di dalam keluarga kecilnya diketahui sangat baik.

"Harmonis mereka. Nggak pernah cekcok, sama tetangga juga baik. Makanya kok saya kaget banget ada kejadian kayak gini," ujar Hutarja.

Saking sayangnya, tega membunuh?

Liburan sekolah Desember 2012 silam, menjadi awal tragedi keluarga harmonis tersebut. Retno sekeluarga pulang ke kampung halaman di Grobogan, Jawa Tengah. Di sana, Retno mengkhitankan sang putra yang berbadan gempal tersebut. Setelah itu, mereka pun pulang kembali ke Jakarta. Namun, kondisi kelamin Viki diketahui kurang bagus pascasunat lantaran terdapat luka dan semakin mengecil bentuknya.

Beberapa waktu kemudian, usai berembuk dengan suaminya, orangtua yang tergolong ekonomi menengah tersebut membawa Viki ke Rumah Sunat Indonesia di Bekasi, Jawa Barat, untuk memperbaiki kondisi kelamin sang putra. Namun, lagi-lagi usaha tersebut mentok. Kondisi kelamin bocah malang tersebut tak berubah.

"Kalau anak cowok (kelaminnya) nggak ada, mendingan mati saja. Gitu si ibu bilang sama anaknya," ujar Kepala Kepolisian Sektor Cakung Kompol Azhar Nugroho di rumah Retno.

Retno mengaku khawatir jika suatu saat putra satu-satunya itu menjadi bahan cemoohan rekan sepermainannya begitu mengetahui kondisi kelaminnya yang dianggap ibunya tak sempurna. Hal inilah yang diduga kuat menjadi motif Retno tega mengikat tangan dan kaki Viki dengan tali dan membenamkan kepalanya di ember di kamar mandi rumahnya hingga tewas, Selasa siang.

Setelah tak bernyawa lagi, Retno membaringkan sang putra di kasur ruang tengah kontrakannya. Retno mengenakan baju serta mendandani sang putra dengan kain kafan di bagian kepalanya layaknya orang yang sudah meninggal. Tanpa rasa bersalah, Retno kemudian menjemput Cika yang saat peristiwa tragis itu tengah bersekolah. Seakan sudah mempersiapkan strategi.

Setelah bertemu putrinya di sekolah, dia menyuruh Cika untuk pulang sendiri ke rumahnya. Menjaga adik adalah instruksi sang ibunda. Di sisi lain, Retno juga menyuruh Cika menelepon sang ayah untuk pulang dari tempat kerjanya. Tanpa curiga sedikit pun Cika melaksanakan perintah ibundanya sementara Retno diketahui menyerahkan diri ke Kantor Kepolisian Resor Metro Jakarta Timur.

"Biar ibu semua yang menanggung, daripada dedek yang menanggung. Ibu nggak mau dedek jadi omongan orang setelah dewasa nanti," kata Retno saat menyerahkan diri ke penyidik polisi.

Di tempat terpisah, Cika, kakak Viki, tampak bingung seorang diri di rumahnya melihat sang adik telah terbungkus kain kafan di kepala dan membiru di bagian wajahnya. Hentakan dan teriakan sang kakak tak juga membangunkan Viki yang diketahui telah pergi selama-lamanya itu.Kemudian polisi datang memeriksa korban diiringi dengan isak tangis Suparmin yang datang setelahnya. Kini, sang ibu masih diperiksa intensif di Unit PPA Kepolisian Resor Metro Jakarta Timur untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Retno dikenakan Pasal 338 KUHP subsider Pasal 81 Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara.
»»  READMORE...

Selasa, 26 Februari 2013

Pasangan Sesama Jenis Palsukan Akta Nikah

 FREELAND news -
 
Pasangan Sesama Jenis Palsukan Akta Nikah
Pasangan Alex-AY membuat akta pernikahan palsu di Jakarta.

Pasangan Sejenis Palsukan Identitas Akte Nikah di Kalsel

FREELAND news - Selama tinggal di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Alex menyamar sebagai laki-laki. Kepada tetangga pun, Alex dan pasangannya, AY, mengaku sebagai suami istri.


Tapi, Kapolsek Banjarbaru Barat AKP Uskiansya memastikan bahwa Alex adalah perempuan tulen. Identitas Alex ini justru terkuak setelah pasangannya mengadukan Alex ke polisi karena tindak kekerasan.

Menurut polisi, pasangan ini membuat akta pernikahan palsu di Jakarta. Sementara KTP Alex dikeluarkan Kelurahan Guntur Manggis, Banjarbaru, dengan jenis kelamin laki-laki.

Kini Alex berada di balik jeruji besi dengan tuduhan pemalsuan identitas.
Setelah identitas pasangannya terbongkar, AY pun tak terlihat di rumah. Para tetangga mengaku kaget saat mengetahui pasangan Alex dan AY ini adalah pasangan sejenis. 
sumber
»»  READMORE...

Diperkosa 3 Polisi Malaysia


FREELAND news -
Diperkosa 3 Polisi Malaysia, TKI Bercinta dengan Pacar Sebelum Melapor



Kuala Lumpur, - Seorang TKI yang mengaku diperkosa tiga polisi Malaysia tampil di pengadilan hari ini untuk memberikan kesaksian. Dalam persidangan, wanita berumur 26 tahun itu mengaku telah berhubungan seks dengan kekasihnya sebelum melapor ke polisi mengenai pemerkosaan itu.

Wanita Indonesia itu menyampaikan hal tersebut saat ditanyai jaksa Suhaimi Ibrahim dalam persidangan kasus pemerkosaan yang dilakukan tiga polisi Malaysia pada 9 November 2012 lalu.

Seperti diberitakan media resmi Malaysia, Bernama, Selasa (26/2/2013), TKW itu juga mengaku telah berhubungan intim dengan pacarnya itu dalam beberapa kesempatan sejak delapan bulan terakhir. Pria yang menjadi kekasih wanita tersebut diketahui berumur 52 tahun.

Selama persidangan, penuntut menyampaikan empat barang bukti, yang terdiri dari dua baju atasan berwarna hitam dan putih, sebuah celana dalam berwarna biru dan merah muda. Barang-barang itu diakui oleh wanita tersebut sebagai miliknya.

Di persidangan, TKI tersebut juga menyampaikan kronologi kejadian mulai dari penangkapan dirinya oleh polisi. Namun kesaksiannya mengenai insiden pemerkosaan disampaikan dalam sidang tertutup di depan hakim dan seorang perwakilan dari KBRI.

Duduk di kursi terdakwa adalah Nik Sin Mat Lazim (33), Remy Anak Dana (25) dan Syahiran Romli (21). Ketiga polisi itu didakwa melakukan pemerkosaan di kantor polisi Perai di Bukit Mertajam, Penang pada 9 November 2012.

Persidangan kasus ini akan kembali dilanjutkan besok, Rabu (27/2) dan akan dipimpin oleh hakim Meor Sulaiman Ahmad Tarmizi.
»»  READMORE...

Ibu Bunuh Anaknya Sendiri Karena Kemaluanya Kecil

FREELAND news -

Kemaluan Anaknya Kecil, Ibu Ini Tega Bunuh Buah Hati
Menyesali perbuatannya, dia menyerahkan diri ke Polres Jakarta Timur.



FREELAND news - Seorang ibu rumah tangga berinisial RP, 34 tahun, tega membunuh anak kandungnya sendiri yang bernama Viki Rizka (9) karena kesal. Menyesali perbuatannya, dia kemudian menyerahkan diri ke Polres Metro Jakarta Timur.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Rikwanto, menjelaskan peristiwa itu terungkap siang tadi sekitar pukul 14.00 WIB. Insiden terjadi di rumah pelaku di kawasan Klender, Jatinegara, Jakarta Timur.

"Modus pembunuhan sementara pelaku malu dengan kemaluan anaknya yang sehabis disunat semakin kecil," ujar Rikwanto, Selasa, 26 Februari 2013.

Menurutnya, pelaku membunuh dengan cara mengikat tangan anaknya. Lalu kepala korban dibenamkan di ember bak kamar mandi. Setelah tidak bernafas, Viki diangkat dan dilap. Korban langsung dipakaikan baju.

Setelah itu, pelaku menjemput anaknya yang lain ke sekolah. "Kemudian pelaku datang ke polres menyerahkan diri dan melaporkan bahwa telah melakukan pembunuhan terhadap anak kandungnya," kata Rikwanto.

SUMBER
»»  READMORE...

Sabtu, 23 Februari 2013

Wanita di AS Bercinta dengan Anjing


FREELAND news -

Tindakan menjijikkan ini dilakukannya di halaman belakang rumahnya.


FREELAND news - Seorang wanita di Las Vegas, negara bagian Nevada, Amerika Serikat dicokok polisi lantaran melakukan hubungan seks dengan seekor anjing jenis pit bull. Tindakan menjijikkan ini dilakukannya di halaman belakang rumahnya, disaksikan para tetangga.

Diberitakan Huffington Post pekan ini, tetangganya yang jijik melihat pemandangan horor itu lantas menghubungi polisi. Saat polisi menyambangi rumahnya, gadis yang diketahui bernama Kara Vandereyk itu tengah telanjang bulat di atas tanah dengan anjingnya.

Tertangkap basah, Vandereyk malah menyapa polisi. Polisi mensinyalir, Vandereyk mengalami depresi, pasalnya ia tidak ingat nama dan tahun kelahirannya.

Wanita 23 tahun itu lalu diberi selimut untuk menutupi tubuhnya dan selanjutnya dibawa ke penjara ibukota negara bagian, Clark County Jail. Vandereyk didakwa dengan pasal pencabulan.

Hubungan seks dengan binatang atau bestiality memang tidak dianggap hal yang melanggar hukum di Nevada. Namun, tindakan tidak senonoh di depan publik masuk dalam ranah kriminal. Di beberapa negara bagian di AS, bestialiy dilarang, seperti di Pennsylvania, Iowa, Illinois dan Washington.

Kasus hubungan seksual dengan binatang bukan kejadian langka di Amerika Serikat.

Bulan lalu di Delaware seorang wanita berusia 24 tahun didakwa setelah berhubungan seks dengan hewan. Aksinya bahkan sempat diabadikan dalam bentuk foto oleh pacarnya sendiri.

November 2012, kepolisian Arizona menahan wanita 20 tahun karena melakukan oral seks dengan dua anjing. Tindakan nyeleneh ini dilaporkan oleh mantan pacarnya.

Beberapa negara juga telah melarang hal ini. Di antaranya adalah Belanda, Prancis dan Swiss. Namun di beberapa negara seperti Belgia, Denmark dan Swedia, praktik ini diperbolehkan.

Di Jerman, berhubungan seks dengan binatang akan dikenakan denda sebesar 25.000 euro atau lebih dari Rp300 juta. 

»»  READMORE...

Rabu, 13 Februari 2013

Nyuri Ayam Dimasukin Celana Dalam


Cewek Gila Nyuri Ayam Dimasukin Celana Dalam

FREELAND news - Mungkin ini aksi gila pertama didunia, klo cowok nyuri ayam mungkin biasa atau cewek nyuri pakaian di mall itu juga biasa tapi yang ini edan bin gemblung, nyuri ayam trus diumpetin dgn cara dimasukin kedalam anunya, ini postingan mahal taruhannya account google adsense cybermales di banned google, seperti postingan lain yang ada keywordnya rada berbau sek padahal cuma artikel kesehatan..berhubung unik yang penting posting cari traffic dan sahabat.


Kembali ke...Cewek Gila Nyuri Ayam Dimasukin Vagina di supermaket, jangan ditiru deh ini contoh doang klo dimuka bumi ini ada orang kepingin ayam tapi nyuri yang parah yang beli bukan
orang miskin seperti kebanyak orang di asia yang lebih unik ini cewek yang nyuri di dicemplungin dalam anunya.


































Sumber
»»  READMORE...

Senin, 11 Februari 2013

Pasukan Pembunuh Osama Kini Menganggur dan Cemas


IST Osama Bin Laden
 
Navy SEAL Pembunuh Osama Kini Menganggur dan Cemas
 
FREELAND news — Anggota Navy SEAL yang membunuh Osama bin Laden akhirnya buka suara. Dalam sebuah wawacara dengan majalah Esquire, ia menceritakan bahwa pada malam itu ia menembak pemimpin Al Qaeda tersebut tiga kali. Anggota pasukan komando itu ia juga mengungkapkan kecemasannya terkait masalah keuangan yang dialami sekarang sebagai warga sipil yang menganggur.

Anggota Navy SEAL itu dirahasiakan identitasnya dalam profil panjang majalah Esquire, tetapi ia mengungkapkan perannya dalam serangan berani pada Mei 2011 untuk kali pertama, serta kekhawatiran yang dia rasakan terkait keamanan keluarganya.

"Dia tampak bingung, dan lebih tinggi dari yang saya bayangkan," kata anggota SEAL itu tentang Osama.

Saat pasukan komando Navy SEAL tiba dalam kegelapan malam di lantai tiga tempat persembunyian Osama, tangan pemimpin Al Qaeda itu memegang bahu istri termudanya, "mendorong istrinya ke depan" dan ada senjata AK-47 di dekatnya. "Saya tidak tahu apakah dia (istrinya) punya rompi anti-peluru dan dia didorong untuk menjadi martir bagi mereka berdua. Dia (Osama) punya senjata dalam jangkauan. Dia merupakan sebuah ancaman. Saya harus melakukan tembakan di kepala sehingga dia tidak punya kesempatan untuk meledakkan dirinya," kata anggota pasukan komando itu.

"Dalam sekejap, saya menembaknya, dua kali di dahi. Bap! Bap! Pada tembakan kedua, ia roboh. Dia ambruk ke lantai di depan tempat tidurnya dan saya menembaknya lagi. Bap! di tempat yang sama," katanya.

"Dia tewas. Tak bergerak. Lidahnya menjulur keluar."


Artikel Esquire itu, yang menjuluki anggota pasukan komando yang tidak disebutkan namanya sebagai "the Shooter (si penembak)," berfokus pada penderitaan Navy SEAL sebagai pahlawan anonim tanpa pensiun, asuransi kesehatan, atau keamanan tambahan untuk keluarganya. Artikel itu berjudul, "The Man Who Killed Osama bin Laden... is Screwed".

Profil panjang di majalah itu muncul setelah seorang anggota Navy SEAL yang lain yang ikut serta dalam serangan itu, Matt Bissonnette, menerbitkan sebuah buku berjudul No Easy Day, tahun lalu. Buku itu memicu kemarahan para pejabat Pentagon. Mereka menuduh Bissonnette melanggar janji untuk tidak mengungkapkan informasi rahasia.

Artikel Esquire itu menegaskan sejumlah laporan sebelumnya, termasuk satu laporan dalam No Easy Day, yang menggambarkan saat Osama terluka parah dan ambruk di lantai, dan anggota SEAL lainnya menembaknya berulang di dada dan kaki.

Menurut Esquire, serangan yang mematikan Osama hanya 15 detik. Namun saat yang menakutkan datang, ketika "si penembak" mengetahui bahwa salah satu dari helikopter Black Hawk yang digunakan dalam serangan itu jatuh di kompleks tersebut.

"Kami tidak akan pernah keluar dari sini sekarang," katanya. "Saya pikir kami harus mencuri mobil dan pergi ke Islamabad karena pilihan lain adalah bertahan dan menunggu militer Pakistan muncul .... Saat itulah saya khawatir."

Setelah serangan itu, kembali ke sebuah basis di Jalalabad, Afganistan, "si penembak" membawa seorang perwira perempuan CIA, yang kini jadi terkenal oleh film Hollywood Zero Dark Thirty, untuk melihat mayat Osama. "Kami melihat dan saya bertanya, 'Apakah itu orang (yang) Anda (cari)?" Dia (perempuan itu) menangis.

"Saat itulah saya keluarkan magasin saya dari senjata saya dan memberikannya kepada perempuan itu sebagai suvenir. Ada 27 peluru yang tersisa di dalamnya. 'Saya harap Anda punya ruang dalam ransel Anda untuk ini.' Itu kali terakhir saya melihat perempuan itu." Agen CIA itu, yang digambarkan dalam film yang masuk nominasi Oscar tersebut sebagai orang yang tak kenal lelah dan berdedikasi, yakin bahwa Osama berada di kompleks Abbottabad tersebut.

Walau anggota Navy SEAL itu menyebut beberapa rincian dalam film tidak realistis, ia mengatakan bahwa rangkaian karakter agen CIA itu benar. "Mereka membuatnya menjadi seorang perempuan tangguh," katanya.

Ia mengungkapkan tidak ada anggota SEAL yang tewas atau terluka dalam serangan itu. Namun pada musim panas 2012, setelah pensiun dari militer, dia jadi takut terkait kemungkian serangan balas dendam terhadap keluarganya dan bagaimana ia akan hidup sebagai seorang warga sipil. Dia telah mengajarkan istri dan anak-anaknnya tentang apa yang harus dilakukan jika penyerang memasuki rumah mereka. Istrinya siap untuk menggunakan senapan serbu terhadap para penyusup.

Karena ia meninggalkan Angkatan Laut setelah 16 tahun bertugas, ia tidak memenuhi syarat untuk mendapat pensiun. Dana pensiun hanya diberikan kepada mereka yang bertugas di Angkatan Laut setidaknya 20 tahun. "Dia telah memberikan begitu banyak hal untuk negaranya, dan sekarang dia ditinggalkan dalam debu," kata istrinya.

"Saya merasa tidak ada dukungan, tidak hanya untuk keluarga saya, tetapi untuk keluarga lain di masyarakat. Saya jujur, tidak punya orang ke mana saya bisa pergi, atau berbicara tentang hal ini. Saya juga tidak merasa suami saya telah mendapat banyak untuk apa yang dia capai dalam kariernya," tambah istrinya.

Seorang teman sesama anggota pasukan komando, seorang Navy SEAL, mengatakan ia juga khawatir dengan penghasilannya setelah pensiun. Ironisnya, kata dia, keluarganya akan lebih baik secara finansial jika ia tewas dalam pertempuran. "Saya setuju bahwa kehidupan sipil itu menakutkan, dan saya punya keluarga untuk diurus. Sebagian besar dari kami tak punya apa-apa untuk diberikan kepada masyarakat. Kami bisa melacak dan membunuh musuh dengan sangat baik, tetapi hanya itu," katanya.

sumber
»»  READMORE...

Mahasiswa Jadi Germo


IPB Ancam Keluarkan Mahasiswa yang Jadi Germo
Hemud Farchan terancam dikeluarkan dari kampus IPB.


Mahasiswa IPB jadi germo prostitusi online
 
FREELAND news - Institut Pertanian Bogor (IPB), Jawa Barat, akan memberhentikan Hemud Farchan Ibnu Hasan (24), mahasiswa semester akhir yang diduga menjadi mucikari untuk kegiatan prostitusi melalui media online. Pelaku ditangkap Kepolisian Daerah Jawa Barat setelah menjalankan bisnisnya selama dua bulan.

Disampaikan Wakil Rektor IPB Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Yonny Koesmaryono, bila terbukti melanggar tata tertib kemahasiswa kampus Pasal IV ayat 1, 2, dan 4, maka yang bersangkutan terancam dikeluarkan dari kampus IPB. "Farchan akan kami keluarkan dari kemahasiswaan IPB," katanya kepada wartawan.

Yonny juga membenarkan bahwa Farchan adalah mahasiswa IPB semester 12 Departemen Agribisnis Fakultas Ekonomi dan Manajemen IPB. Ia mahasiswa angkatan 44 dan sedang melaksanakan skripsi.

"Kami sudah menanyakan dengan Polda Jabar. Dia bukan mahasiswa yang berprestasi," katanya.

Farchan merupakan mahasiswa yang berasal dari keluarga yang tidak mampu. Selama ini ia bekerja untuk biaya hidupnya.
»»  READMORE...

Sabtu, 09 Februari 2013

Suap Seks meningkat drastis


Suap Seks meningkat drastis menjelang pemilu 2014


FREELAND news - Kasus suap memang rentan menerpa pejabat dan politisi. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) misalnya, beberapa kali menangkap tangan dugaan suap melibatkan politisi. Misalnya dugaan suap di Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi, serta baru-baru ini dugaan suap impor daging sapi melibatkan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Luthfi Hasan Ishaaq.

Meski hingga kini belum ada bukti suap seks masuk pengadilan, namun disinyalir upaya suap syahwat itu tetap ada. Bagaimana kejelasan kasus suap seks ini, berikut petikan wawancara Muhammad Taufik dari merdeka.com dengan Jamil Mubarok, Koordinator Masyarakat Transparansi Indonesia (MTI) lewat telepon, Selasa (5/2).

Menjelang pemilu 2014. menurut Anda, potensi suap seks bakal meningkat?

Faktanya banyak sekali partai menjelang 2014 butuh ongkos politik besar. Pada dasarnya, semakin politisi itu membutuhkan ongkos politik, semakin rentan sekali namanya suap, termasuk suap seks.

Siapa sering memberi suap?

Yang jelas bisa antar penyelenggara negara, bisa antara pengusaha ke penyelenggara negara. Bisa antara penyelenggara negara ke penegak hukum, bahkan pengacara dengan penegak hukum.

Apakah pejabat atau penegak hukum perempuan juga menerima suap seks?

Ada juga. Kalau pejabatnya perempuan, berarti ya, pelayan seksnya tentu laki-laki. Memang ada. Bahkan kalau menemukan kasus terjadi perceraian pejabat perempuan, biasanya dia diceraikan suaminya, itu karena suami tahu istrinya menerima gratifikasi seks.

Kalau pejabat penerima suap, paling banyak dari instansi mana?

Saya belum mengklasifikasikan karena saya tidak melakukan penelitian kuantitatif untuk pelbagai macam kasus. Ini menyangkut pola baru saja. Jadi ada pola baru kami kaji sehingga pola variasi suapnya kami tahu.

Misalnya kasus dugaan suap menjerat Luthfi Hasan Ishaaq, apa ada indikasi gratifikasi seks?

Gratifikasi seks bisa. Yang terbaru, Maharani itu. Karena memang Maharani berada dalam pusaran kasus suap. Tidak akan ada Maharani kalau tidak ada pergumulan suap itu. Ahmad Fathanah itu sebagai kurir bertindak atas nama penyelenggara negara. Dia itu ditangkap bersama perempuan bernama Maharani.

Maharani bukan istri sahnya, bukan juga saudaranya. Jadi memang ada indikasi suap dibumbui seks, itu terasa sekali.
[Sumber: Merdeka]
»»  READMORE...

Minggu, 27 Januari 2013

Ditabrak,Dipukuli Lalu Diperkosa Siswi SMP Trauma




                                                        Ilustrasi Siswi SMP

FREELAND news - Kepolisian Resor (Polres) Trenggalek, Jawa Timur sedang menyelidiki kasus pemerkosaan gadis SMP, LI (13), warga Desa Craken Kecamatan Munjungan. Kini kondisi LI masih trauma sehingga belum dapat diperiksa.

“Kami masih belum mengetahui siapa pelakunya, saat ini tim reskrim masih berupaya melakukan pengungkapan dengan memeriksa saksi korban,” kata Kepala Sub-bagian Hubungan Masyarakat Polres Trenggalek AKP Siti Munawaroh. Demikian dilansir dari Antara, Senin (7/1).

Dia menjelaskan beberapa barang bukti kini telah disita polisi, di antaranya pakaian dalam korban, kaus serta celana yang dipakai saat kejadian. “Kami juga belum bisa memastikan, apakah pelaku kenal dengan korban apa tidak. Kita tunggu saja bagaimana hasil penyelidikan nanti, semoga saja ada petunjuk sehingga pelakunya bisa segera ditangkap,” katanya. Ia menceritakan, kasus pemerkosaan tersebut terjadi Minggu (6/1) sekitar pukul 13.30 WIB di Jalan Munjungan-Panggul, saat korban hendak pergi ke tukang jahit baju.

“Jadi setelah mengantarkan ayahnya ke sawah, LI melanjutkan perjalanan untuk mengambil baju di rumah salah satu penjahit, namun pada saat di tengah jalan tiba-tiba ia ditabrak oleh seorang lelaki yang tidak dikenal,” ujarnya.

Setelah menabrak korban hingga terjatuh, pelaku kemudian memukuli korban berkali-kali dan mendorongnya ke semak-semak berlumpur yang terhampar di sekitar tempat kejadian. Dengan beringas, pelaku yang diperkirakan masih berusia muda menarik dan membuka secara paksa pakaian LI, selanjutnya pelaku memerkosa korban.

“Hingga kini korban masih trauma dan kami mencoba untuk melakukan pendekatan secara pelan-pelan untuk melakukan pengungkapan kasus ini,” kata AKP Siti Munawaroh

»»  READMORE...

Sabtu, 26 Januari 2013

Korban Dijadikan Tersangka...kasian




FREELAND news - Bibir Ninik Setyowati kelu, tangannya gemetar, saat menandatangani berita acara pemeriksaan di ranjang kecil tempatnya berbaring selama enam bulan terakhir akibat lumpuh. Kaki kanannya cacat terlindas truk saat memboncengkan Kumaratih Sekar Hanifah (11), putri sulungnya, Agustus lalu.

Dalam ketidakberdayaan, dia resmi berstatus tersangka atas kasus yang menewaskan putrinya itu. "Sekujur tubuh saya saat itu ngilu. Saya ini korban, kok jadi tersangka," tutur Ninik (44) lirih, Rabu (23/1/2013), saat mengingat kembali hari saat dirinya resmi dijadikan tersangka atas kasus kecelakaan pada 6 Agustus 2012 tersebut.

Air mata Ninik terus membasahi daster yang dipakainya. Tangisnya pecah di kamar seluas 9 meter persegi di rumahnya di Jalan Mahoni V, Perumahan Teluk, Kecamatan Purwokerto Selatan, Banyumas, Jawa Tengah, tiap mengenang hari naas kecelakaan yang merenggut nyawa putri kesayangannya.

Hari itu, Ninik menjemput Kumaratih dengan sepeda motor bernomor polisi R 2120 TA. Putrinya, pelajar kelas VI SD Al Irsyad Purwokerto, baru saja berbuka puasa bersama anak-anak yatim piatu di Panti Asuhan Darmoyuwono, Jalan Supriyadi, Purwokerto.

Sekitar pukul 18.45, baru berkendara beberapa meter dengan kecepatan rendah, dari arah timur melaju truk gandeng bermuatan terigu bernomor polisi AE 8379 UB yang dikemudikan Suparman (60), warga Ngawi, Jawa Timur. Truk mencoba mendahului sepeda motor yang dikendarai Ninik. Namun, bagian belakang truk menyenggol spion sepeda motor korban hingga oleng dan kedua korban terjatuh. Motor Ninik terseret beberapa meter. "Truk melaju terlalu mepet ke kiri sehingga ruang untuk motor terlalu sempit. Akhirnya motor kami pun tersenggol truk," ungkap Ninik.

Putrinya meninggal di lokasi kejadian karena terlindas roda truk. Beberapa saksi mata menyebutkan, saat kejadian, putri Ninik tidak mengenakan helm.

Kaki kanan Ninik terlindas roda truk hingga luka parah dan nyaris lumpuh. Hampir Rp 300 juta dihabiskannya untuk berobat. Patah tulang membuat kakinya kini masih berbalut gips. Bahkan, untuk buang air kecil saja, dia harus dibantu dengan kateter urine. Tubuh yang semula gemuk kini kurus.

     Jadi tersangka

Belum genap enam bulan setelah kehilangan putri sulungnya, hati Ninik kembali hancur saat, Selasa (15/1), diminta menandatangani berita acara pemeriksaan yang disusun Satuan Lalu Lintas Kepolisian Resor Banyumas yang menyatakan dirinya sebagai tersangka.

Padahal, walau lebih dirugikan, Ninik sempat menyanggupi jalan damai yang ditawarkan pemilik truk. Saat itu, pemilik truk memberi uang tali asih Rp 2,5 juta. Uang yang menurut Ninik, pekerja kantoran biasa, tak cukup meski hanya untuk biaya pemakaman.

Dia dinyatakan lalai sehingga menyebabkan kecelakaan yang merenggut nyawa seseorang, yang tak lain adalah putrinya sendiri. Ia dijerat Pasal 310 Ayat (4) Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Kuasa hukum Ninik, Djoko Susanto, yang mendampingi sejak penetapan status tersangka, menilai, banyak hal janggal dalam kasus ini. Menurut Djoko, demi alasan apa pun, Ninik adalah korban.

Fakta pertama kecelakaan itu melibatkan motor dan truk. "Dari sudut pandang logika sebab-akibat, kendaraan lebih besar semestinya yang harus lebih berhati-hati karena membawa dampak lebih besar," ujarnya.

Kedua, peristiwa itu juga bukan kecelakaan tunggal karena melibatkan truk dan terjadi akibat kelalaian pengemudi truk. "Bahkan, jalan di lokasi kejadian merupakan jalan kelas III yang semestinya tidak boleh dilalui kendaraan bertonase di atas 8 ton, tapi kenyataannya jalan itu dilalui truk gandeng bermuatan tepung terigu," ucap Djoko.

Hasil pemantauan Kompas, lebar jalan yang menjadi lokasi kecelakaan hanya sekitar 7 meter. Ruas jalan diaspal cukup halus, tetapi jalan itu tak layak dilewati truk gandeng yang lebarnya sekitar 3-4 meter.

 Demi hukum atau keadilan

Polemik penetapan seseorang yang menjadi korban kecelakaan, kehilangan kerabat terdekat, tetapi kemudian menjadi tersangka atas kecelakaan itu bukan sekali ini terjadi. Januari 2010, Lanjar Sriyanto, warga Karanganyar, Jawa Tengah, juga diadili dan ditahan akibat kecelakaan yang merenggut nyawa istrinya, Saptaningsih. Di Pengadilan Negeri Karanganyar, Lanjar tetap dinyatakan bersalah kendati tidak ditahan.

Saat kejadian, Lanjar memboncengkan anak dan istrinya. Mereka terjatuh saat menabrak mobil yang berhenti mendadak. Saat terjatuh itulah, istrinya terlindas mobil yang belakangan diketahui milik polisi yang bertugas di Ngawi.

Dalam kasus Ninik, Kepala Polres Banyumas Ajun Komisaris Besar Dwiyono mengatakan, sesuai konstruksi hukum yang berlaku, dalam kecelakaan itu, kelalaian ada pada ibu korban (Ninik). "Kesimpulan dihasilkan dari pemeriksaan terhadap saksi-saksi, olah tempat kejadian perkara, dan barang bukti," kata Dwiyono.

Polisi hingga kini telah memeriksa lima orang saksi, salah satunya pengemudi truk gandeng. Polisi menggunakan yurisprudensi sejumlah kasus serupa yang pernah terjadi. Namun, dia tidak mau berbicara lebih lanjut mengenai detail pemeriksaan.

Meski demikian, dia mengaku pihaknya menggunakan hati nurani karena kondisi ibu korban mengalami patah kaki dan putrinya meninggal. "Buktinya, hingga kini kami tidak melakukan penahanan," katanya.

Dwiyono mengakui, kasus itu menjadi dilema bagi kepolisian. "Kami berusaha profesional, proporsional, prosedural, tapi tetap pakai hati nurani. Yang benar harus dikatakan benar, yang salah dikatakan salah," kata Dwiyono.

Pakar hukum dari Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Hibnu Nugroho, menilai, polisi seharusnya menghentikan kasus itu sejak awal. Dengan melihat konteks, prinsip hukum, dan tujuan penegakan hukum patut dipertanyakan kasus ini dilanjutkan demi hukum atau keadilan. "Jika kecelakaan terjadi akibat kelalaian, dalam konteks apa kelalaiannya. Ini perlu diuji," ujarnya.
»»  READMORE...

Rabu, 23 Januari 2013

"Ratu Germo" Mami Keyko Divonis 1 Tahun Penjara



Hakim menyatakan Keyko terbukti salah memudahkan orang berbuat cabul.


Yunita alias Keyko

FREELAND news - Majelis Hakim Pengadilan Negeri Surabaya menjatuhkan vonis satu tahun penjara kepada Yunita alias Mami Keyko, Rabu 23 Januari 2013. "Ratu Germo" itu dinyatakan bersalah karena sengaja mengadakan atau memudahkan seseorang berbuat cabul serta menjadikannya sebagai mata pencaharian.

Sidang ini pembacaan vonis ini diketuai oleh Hakim Unggul Ahmadi. Hakim menyatakan perempuan asal Bali yang memiliki dua anak ini telah melanggar Pasal 296 KUHP. Keyko dinilai bersalah karena menyediakan perempuan untuk melayani kebutuhan seksual laki-laki dengan mematok tarif. Caranya dengan menunjukkan foto perempuan itu di layar Blackberry Messeger (BBM), saat melakukan transaksi.

Dari foto yang dikirim itu, pelanggan bisa memesan salah satu perempuan yang diminati. Jika harga cocok, Keyko menghubungi perempuan yang dipilih untuk bertemu dengan laki-laki pemesan di kamar hotel yang telah ditentukan. Di kamar hotel itulah permintaan seks pemesan terlayani.

Keyko mematok harga Rp1,5 juta untuk layanan satu penjaja seks komersial yang dia kendalikan. Dari harga tersebut, Rp500 ribu di antaranya harus dikirim ke rekening Keyko. "Uang tersebut dipakai Keyko untuk biaya hidup bersama kedua anaknya," terang hakim Unggul.

Keyko disebut memiliki sekitar 30 perempuan 'binaan' dari kegiatan yang dilakukan selama enam bulan. Guna memenuhi permintaan lelaki hidung belang, Keyko menggandeng mucikari lain, seperti Dion yang beroperasi di Semarang. Hakim menilai perbuatan Keyko meresahkan masyarakat dan merendahkan martabat perempuan.

Vonis satu tahun penjara itu lebih ringan dari tuntutan jaksa yang meminta Keyko dihukum 16 bulan penjara. Hakim memberi keringanan karena dalam persidangan Keyko mengaku bersalah, menyesal, dan berjanji tidak mengulangi perbuatannya.
»»  READMORE...