Dynamic Glitter Text Generator at TextSpace.net

Laman

Tampilkan postingan dengan label politik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label politik. Tampilkan semua postingan

Rabu, 17 April 2013

Pemerintah Berencana Menaikkan Harga Premium

FREELAND news -

Pemerintah Berencana Menaikkan Harga Premium
  FREELAND news - Pemerintah merencanakan akan menaikkan harga bahan bakar minyak bersubsidi jenis premium dan solar untuk mobil pribadi dan akan melarang mobil pribadi mengkonsumsi bahan bakar minyak premium dengan harga Rp4.500 per liter. Rerencana pemerintah menaikkan harga premium khusus kendaraan pribadi antara Rp6.500-7.000 per liter mulai Mei 2013.

Menteri Energi dan Sumber Daya Minereal (ESDM), Jero Wacik, menghitung jika harga premium bersubsidi naik sebesar Rp 2.000 sehingga menjadi Rp6.500 per liter, akan dapat menghemat anggaran subsidi hingga puluhan triliun.

Sebanyak 55 persen dari sekitar 5.000 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di seluruh Indonesia akan menjual bahan bakar premium bersubsidi seharga Rp4.500 per liter. Sementara 45 persen Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) sisanya, akan menjual BBM premium bersubsidi dengan harga premium nya Rp 6.500 per liter.

Rencana pelaksanaan akan peraturan ini di lapangan nanti juga akan dibantu pengamanannya oleh Polri, BPH Migas, Hiswana Migas. Dan Pemerintah Pusat menyatakan bahwa subsidi BBM yang dikurangi, maka dana subsidinya akan dialihkan untuk pembangunan daerah. Karena itu Pemerintah Pusat menghimbau kepada Pemerintah Daerah untuk melakukan sosialisasi sesegera mungkin akan peraturan baru ini.
»»  READMORE...

Sabtu, 13 April 2013

Penyamaran Wagub Ahok Di Rusun Marunda



FREELAND news -

Kisah Penyamaran Wagub Ahok Di Rusun Marunda



Cerita seputar penyamaran Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama telah lama beredar di kalangan warga penghuni rumah susun sederhana sewa di Marunda, Cilincing, Jakarta Utara. Penyamaran itu dilakukan pada suatu sore di bulan Februari 2013 dan masih menjadi perbincangan sampai sekarang.


"Waktu itu, kami sedang antre pendaftaran calon penghuni. Ada ratusan orang di situ. Tidak ada yang sadar kalau di situ ada Pak Ahok (sapaan Basuki, red)," kata Edward Rumambi, penghuni Kluster B Blok 11 Unit 1-10 Rusun Marunda, kepada Kompas.com, Kamis (11/4/2013). Edward yang kerap disapa Boy menuturkan, saat itu, seorang pria berperawakan tinggi datang dan duduk di warung pecel lele di kompleks rusun. Pria itu mengenakan sandal jepit, memakai topi, dan kacamata hitam. Saat itu, masih terdapat ratusan orang yang berada di sekitar kantor pengelola rusun meskipun kantor itu sudah ditutup pada pukul 17.00 WIB.


"Menurut pedagang pecel lele, orang itu menanyakan ke dia, 'Kenapa tidak tinggal di rusun?'," tutur Boy. Pedagang itu dengan polosnya mengaku bahwa dirinya belum memiliki cukup uang untuk membayar uang muka penyewaan rusun. Ia lantas menerangkan, beberapa orang yang dikenalinya harus menyetor uang sebanyak Rp 5 juta sampai belasan juta rupiah untuk mendapatkan unit di rusun milik pemerintah itu. Tak lupa, pedagang itu menyebutkan beberapa oknum yang diketahuinya menawarkan jalur khusus untuk mendapatkan hunian di rusun. Latar belakang status nama-nama itu cukup bervariasi, mulai dari penghuni lama di Kluster A, petugas satpam rusun, hingga staf pengelola.


Wisnu, penghuni rusun, menambahkan, Basuki kemudian mulai menyingkap penyamarannya. Ia lantas membuka topi dan kacamatanya dan berjalan ke arah kantor pengelola untuk menanyakan kepada petugas yang ada. "Waktu dia lepas topi dan kacamatanya, baru kami sadar itu Pak Ahok," ujar Wisnu. Jaenudin, penghuni Blok 11, juga mengaku terkejut saat menyadari kehadiran sang Wakil Gubernur. Ia tak melihat ada mobil dinas di sekitar lokasi tersebut, apalagi Basuki tampak berjalan seorang diri tanpa didampingi pengawal atau stafnya.


Menurut Jaenudin, ia mendapat informasi bahwa Ahok, sapaan Basuki, turun dari mobilnya di depan Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Marunda. "Dari situ, dia naik ojek ke rusun," tambah Jaenudin. Baik Boy maupun dua rekannya menilai positif apa yang dilakukan Ahok. Menurut mereka, pada masa-masa awal relokasi warga ke rusun, muncul banyak penyelewengan. Boy meyakini banyak perubahan positif yang terjadi setelah Ahok mendengar langsung berbagai penyimpangan yang terjadi. Pemprov DKI pun kemudian melakukan penataan dan bersih-bersih pada jajaran staf pengelola. "Bahkan, beberapa hari kemudian Pak Wagub datang lagi dan mendobrak pintu unit yang enggak ada penghuninya," kata Boy.


Boy berharap, pengawasan langsung dapat terus dilakukan terhadap pengelolaan rusun. Meskipun saat ini pengelolaan rusun telah berjalan lebih bersih, Boy menduga masih ada penyimpangan yang dilakukan pihak-pihak tertentu.


moga2 pemerintah DKI terus berpihak pada masyarakat kecil
»»  READMORE...

Rabu, 27 Februari 2013

Terowongan Menuju Gaza Akan Hancurkan Oleh Mesir

FREELAND news -
Mesir Akan Hancurkan Terowongan Menuju Gaza
Terowongan ini sangat vital bagi warga Gaza yang diblokade Israel.


Warga Palestina dalam terowongan dari Mesir ke Gaza

FREELAND news - Pengadilan di Mesir mengeluarkan perintah untuk segera menghancurkan terowongan yang terhubung ke Gaza, Palestina. Padahal terowongan-terowongan ini sangat vital bagi warga Gaza untuk mendapatkan kebutuhannya sejak diblokade Israel enam tahun lalu.

Diberitakan CNN, surat perintah ini dikeluarkan pada Selasa waktu setempat. Belum jelas bagaimana pemerintahan Mohamed Mursi menanggapi perintah ini. Namun, pemerintah Mesir memang belakangan berniat menutup terowongan-terowongan yang disebut sebagai biang masalah itu.

Bulan lalu contohnya, pasukan keamanan Mesir membanjiri beberapa terowongan dengan air agar tidak ada lagi yang mengirimkan barang dari negara tersebut ke Gaza. Mesir juga menguruk terowongan dengan buldozer.

Saat ini terdapat ratusan terowongan -besar dan kecil- di Mesir menuju Gaza. Mesir menganggap terowongan ini adalah biang keladi dari kekerasan di Semenanjung Sinai Agustus tahun lalu.

Terowongan itu juga dikatakan sebagai jalur penyelundupan bagi teroris dan persenjataan ilegal. Amerika dan Israel memanas-manasi dengan mengatakan bahwa Iran menggunakan terowongan itu untuk mengirimkan roket dan rudal ke Gaza.

November lalu, seorang tokoh suku terkemuka di Sinai mengatakan bahwa rudal jarak jauh dikirimkan melalui terowongan dengan dimasukkan ke antara barang-barang kebutuhan warga lainnya.

Namun, tuduhan ini dibantah oleh Ibrahim Menai, yang memiliki beberapa terowongan di Mesir. Dia mengatakan, senjata itu dikirimkan dari Sudan melalui laut dengan kapal nelayan kecil, lalu di bawa di darat melewati beberapa gunung.

"Senjata yang diselundupkan ke Gaza biasanya adalah rudal Grad, rudal anti pesawat jet dan baru-baru ini saat revolusi Libya, masuk juga rudal bahu anti-tank," kata Menai.

Sejak blokade Israel atas Gaza tahun 2007, warga di wilayah ini mengandalkan pengiriman barang dari Mesir melalui terowongan. Di antara yang dikirimkan adalah bahan makanan, bahan bangunan dan pakaian.
Jika terowongan-terowongan ini ditutup, dikhawatirkan harga-harga di Gaza akan semakin meroket dan membuat rakyatnya semakin menderita.
»»  READMORE...

Senin, 18 Februari 2013

Aset-aset Grup Bakrie Dijual


FREELAND news -
Ini Aset-aset Grup Bakrie yang Dijual

 

FREELAND news - Grup Bakrie sempat menjadi primadona di kancah bisnis Indonesia sebelum krisis ekonomi 2008 lalu. Bahkan, orang nomor satu di keluarga Bakrie, Aburizal Bakrie, pernah menjadi orang kaya nomor 1 di Indonesia versi majalah Forbes.

Seiring berjalannya waktu, roda kehidupan pun berputar. Perusahaan Grup Bakrie dan anak-anak usahanya secara perlahan mulai tumbang, salah satunya gara-gara utang yang menggunung.

Kinerja saham-saham anak usaha Grup Bakrie di pasar modal pun mulai pudar, padahal dulu sempat menguasai Bursa Efek Indonesia (BEI), sampai-sampai ada pelesetan BEI itu adalah Bakrie Efek Indonesia.

Tapi sayangnya, kini kinerja delapan perusahaan Bakrie di lantai bursa makin melempem dan beberapa ada yang terpaksa melego aset-asetnya demi bayar utang. Berdasarkan penelusuran detikFinance, Senin (18/2/2013), berikut ini adalah aset-aset Grup Bakrie yang siap dan sudah dilepas.

sumber
»»  READMORE...

Sabtu, 09 Februari 2013

Anas Dinonaktifkan dari Ketua Umum Partai Demokrat

FREELAND news -
Anas Dinonaktifkan dari Ketua Umum Partai Demokrat



Anas Urbaningrum dinonaktifkan sebagai Ketua Umum Partai Demokrat (PD). Keputusan diambil oleh Ketua Dewan Pembina PD Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Jumat (8/2) malam.

"Kepada Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum yang tetap menjadi Wakil Ketua Majelis Tinggi, sementara saya memimpin langsung gerakan penataan, pembersihan, dan penertiban, saya berikan kesempatan untuk lebih memfokuskan diri pada upaya dugaan masalah hukum yang ditangani KPK, dengan harapan keadilan benar-benar tegak," kata SBY.

SBY mengatakan, tim bantuan hukum dari Partai Demokrat akan memberikan bantuan kepada Anas untuk menghadapi masalah yang dituduhkan.
»»  READMORE...

Rabu, 23 Januari 2013

Jokowi Terancam Pidana 5 Tahun Penjara


FREELAND news - 100 HARI JOKOWI-AHOK: Jalan berlubang makan 3 korban jiwa, Jokowi terancam pidana 5 tahun penjara

JAKARTA -Jalan berlubang akibat banjir Jakarta telah menelan korban jiwa 3 orang tewas terjerembab selama enam hari terakhir.

Atas kondisi ini Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo dan pejabat terkait bisa dipidana karena membiarkan ruas jalan Ibukota rusak pasca banjir.

Ketua Presidium Indonesian Police Watch Neta S Pane mengingatkan Jokowi beserta jajarannya segera memperbaiki dan memberi tanda jalan yang rusak.

"Jika tidak, Jokowi dan anak buahnya bisa terkena pidana dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara," katanya dalam siaran pers, Rabu (23/1/2013).

Menilik Pasal 273 ayat 1 sampai 3 UU Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ), pejabat penyelenggara jalan yang membiarkan jalan rusak hingga mengakibatkan kecelakaan lalulintas dengan korban luka atau tewas terkena sanksi pidana. Jika korbannya tewas, ancamannya 5 tahun penjara dan jika luka berat satu tahun penjara.

Bahkan jika pejabat bersangkutan tidak memberikan tanda pada jalan yg rusak dipidana 6 bulan penjara. Pejabat penyelenggara jalan yang dimaksud adalah Menteri Pekerjaan Umum (PU), Gubernur, Kanwil PU, dan Kepala Dinas PU.

Hasil pendataan IPW pada Selasa (22/1/2013), kakak beradik Purwanto,30, dan Novita Sari,20, yang mengendarai sepeda motor terjungkal setelah terperosok ke jalanan berlubang.

Naas, ketika itu melintas bus Transjakarta di ruas Jalan Mayjen Sutoyo Cawang Jakarta Timur. Purwanto tewas dan Novita luka berat akibat terlindas.

Di kawasan yang sama Kamis (17/1/2013) pasangan suami istri Taufik,39, dan Beti Harianti,22, yang mengendarai motor tewas dilindas truk setelah terjungkal di jalanan berlubang. Akibatnya sopir truk diperiksa polisi, namun pejabat penyelenggara jalan tak disentuh polisi.

"IPW mendesak Polri agar berani menegakkan UU LLAJ, dan berani memeriksa pejabat penyelenggara jalan. Selama ini belum pernah ada pejabat penyelenggara jalan yang dipidana karena jalan rusak," imbuh Neta.

Dia menambahkan sudah saatnya keluarga korban menggugat pejabat penyelenggara jalan yang membiarkan keluarganya yang menjadi korban akibat jalan rusak . Dengan demikian UU LLAJ bisa ditegakkan. (38/Bsi)
»»  READMORE...

Minggu, 06 Januari 2013

Dahlan tak Hargai Karyanya.Pencipta Mobil Listrik kecewa

FREELAND news -



  Pencipta mobil listrik "Ferrari" Tucuxi yang dipamerkan Dahlan Iskan beberapa waktu lalu, mengaku kecewa karena karyanya itu tidak dihargai.

"Sebagai anak bangsa, saya sangat ingin berbuat sesuatu untuk negeri ini. Tapi yang saya dapatkan malah hak cipta saya dilanggar," kata Danet Suryatama ketika dihubungi di Jakarta, Kamis malam.

Menurut Danet, pihak yang melakukan pelanggaran etika tersebut adalah bengkel modifikasi mobil Kupu-Kupu Malam yang berlokasi di Sleman, Yogyakarta.

"Tanpa sepengetahuan saya mesin mobil Tucuxi milik Dahlan Iskan di-"petani" (dibongkar-bongkar, red.). Ini tidak sesuai dengan kesepakatan yang telah kami buat, bahwa harus menjaga kerahasiaan teknologi mobil ini," ujar Danet.

Menurut Danet, pembongkaran mesin mobil Tucuxi dilakukan diam-diam di bengkel modifikasi Kupu-Kupu Malam yang berlokasi di Sleman, Jogjakarta, yang mengakibatkan kerahasiaan soal teknologi mobil ini terbuka

Terkait dengan hal itu, pria jebolan ITS yang meraih gelar doktor di Michigan, Amerika Serikat, ini mengatakan bahwa, Dahlan Iskan sebagai pemilik mobil juga ikut bertanggung jawab atas upaya penjiplakan karyanya tersebut.

"Saya tidak mempermasalahkan jika tidak dilibatkan dalam produksi massal mobil listrik 'Ferrari' Tucuxi di Indonesia. Namun, cara melakukan pembongkaran tanpa izin itu adalah pelanggaran hak cipta dan telah mengurangi minat saya untuk mengembangkan mobil listrik buatan Indonesia," kata Danet menegaskan.

Padahal, kata dia, dirinya sangat ingin melihat industri otomotif Indonesia maju dan berkembang sejajar dengan negara produsen otomotif kelas dunia.

"Saya disuruh kembali ke Indonesia oleh Dahlan Iskan. Saya penuhi dan dengan tulus ingin membantu industri otomotif di Indonesia, tetapi yang saya dapatkan adalah perlakuan yang tidak menyenangkan, hak cipta saya tidak dihargai," ujarnya.
»»  READMORE...

Sabtu, 15 Desember 2012

Menko Polhukam: Demo Perangkat Desa Tak Pantas "Seharusnya pemimpin memberi contoh bagaimana berdemokrasi yang baik"



Ribuan perangkat desa dari seluruh Indonesia menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR

FREELAND news - Menteri Koordinator Politik HUkum dan Keamanan Djoko Suyanto mengecam aksi demontrasi para perangkat desa, Jumat 14 Desember 2012. Dalam aksi tersebut, para pendemo menduduki jalan raya Gatot Subroto dan Tol Dalam Kota Jakarta. Selain itu, ribuan pendemo juga merusak fasilitas umum.

"Tidak pantas karena mereka adalah pemimpin di desanya. Justru mereka harus memberi contoh pendidikan demokrasi yang baik," Djoko menegaskan kepada VIVAnews, Sabtu 15 Desember 2012.

Djoko mendesak aparat keamanan untuk menindak tegas setiap aksi unjuk rasa yang anarkis dan merusak, seperti yang dilakukan para perangkat desa tersebut.

Ribuan pendemo yang mengatasnamakan diri kelompok perangkat desa berdemonstrasi sejak pukul 09.00 WIB di depan Gedung DPR. Mereka menduduki jalan raya dan Tol Dalam Kota. Demo ini sempat diwarnai kericuhan.

Aksi mereka menimbulkan kemacetan luar biasa karena terjadi saat jam sibuk berangkat kantor. Kepolisian harus mengalihkan arus lalulintas. Tak cuma itu, para demonstran pun merusak fasilitas umum, di antaranya pagar gedung DPR dan jalan tol. Mereka menuntut pengesahan segera RUU Desa yang terkatung-katung di Senayan.
»»  READMORE...

Selasa, 11 Desember 2012

Diperiksa KPK, Saksi Belum Singgung Peran" Andi "



Tersangka korupsi Hambalang itu diperiksa selama 10 jam.

Proyek Hambalang di Sentul Bogor

FREELAND news- Tersangka dugaan korupsi proyek pembangunan Pusat Pendidikan Pelatihan dan Sekolah Olahraga Nasional (SON) Hambalang, Deddy Kusdinar diperiksa hampir 10 jam oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi, Selasa 11, Desember 2012.

Kepala Biro Keuangan dan Rumah Tangga Kementerian Pemuda dan Olahraga itu diperiksa sebagai saksi bagi tersangka lainnya, Andi Alfian Mallarangeng. Dalam kesaksiannya Deddy mengaku pemeriksaan kali ini belum menyinggung soal peran dan keterlibatan Andi Mallarangeng.

"Belum, belum ada ke sana. Kan saya baru pertama nih, besok masih disuruh lagi saya," kata Deddy Kusdinar usai menjalani pemeriksaan di KPK.

Menurut Deddy, pemeriksaan hari ini masih seputar Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi) selaku Pejabat Pembuat Komitmen proyek Hambalang. Adapun soal pertanyaan penyidik yang menyangkut mantan atasannya di Kemenpora itu Deddy mengaku belum sempat ditanyakan.

"Jadi ditidak ada langsung pertanyaan (yang mengarah ke Andi Mallarangeng)," ujarnya.

Saat disinggung mengenai peran Andi Zulkarnaen Mallarangeng atau yang akrab disapa Choel Mallarangeng, Deddy mengaku tidak bisa menilai peran maupun keterlibatan Choel dalam kasus Hambalang."Saya tidak bisa melihat peran pak choel bagaimana, kan pak Choel bukan pimpinan saya," ucapnya. Dia juga menegaskan tidak pernah berkomunikasi dengan Choel

Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan keduanya sebagai tersangka untuk kasus senilai Rp 2,5 trliun itu. Keduanya yakni, Deddy Kusdinar dan Andi Alfian Mallarangeng. Hingga saat ini, KPK belum menghitung kerugian negara dari kasus ini. Namun, menurut audit BPK, kerugian negara sebesar Rp 243 miliar.
(sumber)
»»  READMORE...

Jumat, 07 Desember 2012

Syarief Hasan Berpeluang Gantikan Posisi Andi Mallarangeng di Demokrat



Syarief Hasan (kanan) bersama politisi PDIP Ganjar Pranowo

freeland news-  Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat, Syariefuddin Hasan atau lebih dikenal dengan Syarief Hasan, berpeluang besar menggantikan Andi Alfian Mallarangeng dalam posisi Sekretaris Dewan Pembina di partai berlambang segitiga itu.

Posisi tersebut saat ini lowong setelah Andi mundur karena berstatus tersangka dalam kasus korupsi pembangunan pusat olahraga di Hambalang, Bogor, Jawa Barat.

Wakil Ketua Umum Partai Demokrat, Max Sopacua, mengatakan pengisian kekosongan ini akan ditetapkan Ketua Dewan Pembina Susilo Bambang Yudhoyono. "Itu wewenang Pak SBY. Dalam waktu singkat akan ditetapkan," kata dia di Jakarta, Jumat 7 Desember 2012.

Menurut Max, SBY tidak akan kesulitan menentukan orang yang akan menduduki jabatan di Dewan Pembina ini. Ada dua kandidat yang berpeluang, yaitu Syarief Hasan dan Amir Syamsuddin. "Tapi, yang paling berpeluang menggantikan Pak Andi adalah Pak Syarif," katanya.

Selain sebagai anggota Dewan Kehormatan, Syarief saat ini menjabat Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, sedangkan Amir Syamsudin adalah mantan Sekretaris Dewan Kehormatan Demokrat yang juga Menteri Hukum dan HAM.

Sekretaris Dewan Pembina Andi Mallarangeng mengundurkan diri setelah Komisi Pemberantasan Korupsi menetapkan sebagai rersangka. Andi juga mundur dari posisi Menteri Pemuda dan Olahraga.
(sumber)
»»  READMORE...

Andi Mallarangeng Mundur, Apa yang Menjeratnya?



Barang-barang Andi Mallarangeng diangkut dari Kementerian Pemuda dan Olahraga

freeland news-  Andi Alifian Mallarangeng memutuskan mundur dari jabatan Menteri Pemuda dan Olahraga setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengumumkan statusnya sebagai tersangka kasus Proyek Hambalang. Bukan hanya itu saja, Andi juga mundur dari semua jabatannya di Partai Demokrat.

"Pada kesempatan ini, dari hati yang tulus, saya berterima kasih kepada Bapak Presiden dan Wakil Presiden atas kepercayaan dan bimbingan yang diberikan kepada saya selama ini," kata Andi dalam jumpa pers di kantor Kementerian Pemuda dan Olahraga, Jakarta, Jumat 7 Desember 2012.

Andi membantah telah melakukan korupsi dalam proyek yang telah menyeret sejumlah politisi Demokrat ke tahanan itu.
Pria kelahiran Makassar 14 Maret 1963 itu menyatakan dia mundur terhitung setelah dia mengumumkannya. Keputusan ini sudah dia sampaikan ke Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Dan SBY menyatakan menghargai dan menghormati keputusan Andi, salah satu pembantu terdekatnya yang telah mendampingi dia sejak mencalonkan diri jadi presiden pada Pemilu 2004.

"Sdr. Andi Mallarangeng ingin konsentrasi menghadapi tuntutan hukum," kata SBY dalam jumpa pers merespons pernyataan mundur Andi. "Sampai menanti menteri yang secara definitif menggantikan Sdr. Andi Mallarangeng, sementara ini saya tugaskan Menko Kesra menjalani tugas Menpora."

Andi sendiri langsung mengemasi barang dari kantor dan rumah dinasnya untuk dibawa pulang ke kediaman pribadinya di Jakarta Timur.

Sebelum meninggalkan kementerian, Andi telah berpamitan dengan seluruh pegawai Kemenpora, dari staf, deputi, hingga tukang sapu. Tak lupa, doktor ilmu politik lulusan Northern Illinois University, Amerika Serikat, itu mengucapkan terima kasih kepada seluruh pegawai.

Dibela adik

Sorenya, adik Andi, Choel Mallarangeng, menggelar jumpa pers pula. Sempat disebut sama-sama menjadi tersangka dalam kasus ini, Ketua KPK Abraham Samad kemudian menyatakan statusnya masih sebagai saksi, meski ikut dicegah keluar negeri seperti sang kakak.

"Terhadap itu semua (pencegahan), sebagai WNI yang patuh terhadap hukum, saya siap bekerja sama menuntaskan kasus ini," kata Choel yang menggelar jumpa pers di Wisma Proklamasi, Jakarta, Jumat 7 Desember 2012. "Saya memberi apresiasi kepada KPK yang menjalankan perannya dalam pemberantasan korupsi," kata si bungsu dari tiga bersaudara Mallarangeng itu.

Choel menyatakan, walau dia dan kakaknya merasa tersudutkan, semakin cepat kasus Hambalang diungkapkan, semakin baik ke depannya untuk mereka sekeluarga. Choel menyatakan kakak tertuanya itu tidak menerima sepeser pun uang hasil korupsi Hambalang.

"Dari begitu banyak individu yang sempat saya kenal dalam hidup saya, kakak saya adalah sedikit dari sosok yang sejak kecil hidupnya lurus, jelas, tidak pernah neko-neko, penuh integritas, serta dengan kecintaannya dan pengabdian yang besar pada keluarganya dan pada Indonesia yang sangat dicintainya," kata Choel.

Karena itu, Choel berharap kakaknya Andi Mallarangeng dapat melewati masalah ini dengan baik. "Emas diuji bukan dengan sabun tapi air raksa," kata Choel beribarat.

Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum menyatakan partainya prihatin dengan penetapan Andi Mallarangeng--saingan utamanya saat pemilihan ketua umum di Kongres Partai Demokrat lalu--sebagai tersangka kasus dugaan korupsi proyek pembangunan Pusat Pendidikan Pelatihan dan Sekolah Olah Raga Nasional (P3SON) Hambalang ini.

"Andi Mallarangeng adalah salah satu kader terbaik dan kader kebanggaan Demokrat yang selama ini menunjukkan dedikasi dan prestasi besar bagi kemajuan partai," ujar Anas dalam keterangan persnya.

Dia juga mengapresiasi langkah Andi Mallarangeng yang langsung mundur dari jabatan Menteri Pemuda dan Olahraga serta anggota Dewan Pembina Partai Demokrat.

“Pak Andi menunjukkan sikap kesatria dalam menghadapi proses hukum. Saya mengenal baik Beliau, dan saya mengapresiasi dedikasi Bapak Andi Mallarangeng, baik di Partai Demokrat maupun sebagai pembantu Presiden,” kata Sekretaris Jenderal Partaai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono.

Alasan KPK

KPK menyatakan Andi ditetapkan sebagai tersangka selaku kuasa pengguna anggaran di Kemenpora. Surat permintaan pencegahannya dibuat 3 Desember lalu.

"Konstruksi yang bersangkutan ditetapkan sebagai tersangka sama dengan konstruksi hukum pada tersangka DK," kata Ketua KPK Abraham Samad di kantornya, Jakarta, Jumat.

DK atau Deddy Kusnindar adalah Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) di Kemenpora. Dia terlebih dahulu ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini. Menurut Abraham, penetapan Andi sebagai tersangka adalah hasil pengembangan penyidikan terhadap Deddy. "KPK mempunyai dua alat bukti yang berkekuatan hukum," katanya.

Andi dijerat dengan Pasal 2 Ayat 1 atau Pasal 3 UU No. 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 KUHP. Andi dituduh melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri, orang lain, atau orang lain yang mengakibatkan kerugian negara dengan cara menyalahgunakan kewenangan sebagai Menpora.

Selain Andi, KPK juga mencegah dua orang lainnya, Andi Zulkarnain Mallarangeng dan M. Arif Taufiqurahman dari PT Adhi Karya. Pencegahan itu berlaku selama enam bulan ke depan. Mulai Selasa depan, 18 Desember, KPK akan memanggil saksi-saksi untuk dimintai keterangan terkait kasus Andi ini.

Sebelumnya, nama Menpora Andi Mallarangeng disebut-sebut dalam kasus Hambalang. Andi selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dianggap bertanggung jawab terhadap proyek senilai Rp1,2 triliun ini. Dalam hasil audit investigasi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), dia dinyatakan tidak melaksanakan tugas dan kewenangannya sebagai menteri dalam proses persetujuan kontrak.

BPK juga menyatakan Andi tidak melaksanakan wewenangnya dalam penetapan pemenang barang dan jasa di atas Rp50 miliar. Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat itu dinilai membiarkan Sekretaris Kemenpora melakukan penetapan pemenang lelang proyek Hambalang. Selain itu, Andi juga dianggap tidak melakukan pengendalian internal yang memadai di kementeriannya, sebagaimana diamanatkan undang-undang atas pelaksanaan kegiatan di instansi yang dipimpinnya. Otorisasi dan dokumentasi kejadian penting dalam pelaksanaan proyek Hambalang dianggap tidak sesuai peraturan perundang-undangan.

Dalam jumpa pers yang digelar di kantornya, Andi Mallarangeng membantah terlibat korupsi dalam proyek kontroversial ini. "Saya yakin apa yang diberitakan di media massa tidak benar. Selama menjadi menteri dan sepanjang karir profesional saya, saya menjalankan tugas sebenar-benarnya dan selurus-lurusnya," kata Andi.
(sumber)
»»  READMORE...

Posisi Andi Mallarangeng di Demokrat Pengisian kekosongan ini akan ditetapkan SBY dalam waktu dekat.



Syarief Hasan (kanan) bersama politisi PDIP Ganjar Pranowo (Antara/ Widodo S Jusuf)

freeland news- Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat, Syariefuddin Hasan atau lebih dikenal dengan Syarief Hasan, berpeluang besar menggantikan Andi Alfian Mallarangeng dalam posisi Sekretaris Dewan Pembina di partai berlambang segitiga itu.

Posisi tersebut saat ini lowong setelah Andi mundur karena berstatus tersangka dalam kasus korupsi pembangunan pusat olahraga di Hambalang, Bogor, Jawa Barat.

Wakil Ketua Umum Partai Demokrat, Max Sopacua, mengatakan pengisian kekosongan ini akan ditetapkan Ketua Dewan Pembina Susilo Bambang Yudhoyono. "Itu wewenang Pak SBY. Dalam waktu singkat akan ditetapkan," kata dia di Jakarta, Jumat 7 Desember 2012.

Menurut Max, SBY tidak akan kesulitan menentukan orang yang akan menduduki jabatan di Dewan Pembina ini. Ada dua kandidat yang berpeluang, yaitu Syarief Hasan dan Amir Syamsuddin. "Tapi, yang paling berpeluang menggantikan Pak Andi adalah Pak Syarif," katanya.

Selain sebagai anggota Dewan Kehormatan, Syarief saat ini menjabat Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, sedangkan Amir Syamsudin adalah mantan Sekretaris Dewan Kehormatan Demokrat yang juga Menteri Hukum dan HAM.

Sekretaris Dewan Pembina Andi Mallarangeng mengundurkan diri setelah Komisi Pemberantasan Korupsi menetapkan sebagai rersangka. Andi juga mundur dari posisi Menteri Pemuda dan Olahraga.
(sumber)
»»  READMORE...